Oleh Ahmad Humam Hamid
Tanggal : 10 May 2009
Kita terasa seperti hidup di dunia lain. Begitu cepat berubah. Medio 90-an, ponsel hanya dipakai kalangan tertentu, sangat prestisius, walaupun beratnya hampir mencapai satu kilogram. Sekarang, telepon genggam itu begitu meluas, seperti pengunaan pulpen ataupun korek api. Ponsel tidak lagi mengenal kelas social dan lokasi. Hampir tidak ada kawasan di bumi Aceh yang tidak terjangkau alat canggih itu. Penggunaannya pun macam-macam, dari urusan sehari-hari, bisnis, sampai pembocoran soal UAN oleh guru kepada murid. Tak jarang pula, seorang nyak-nyak penjual sayur di Pasar Peunayong, dapat mengorder on peugaga (daun pegagan), dan boh jambei kleng (jamblang) dari Lampanah Leungah, hanya dengan alat canggih buatan alkafirun itu.








